Mengenal Batik Jawa Barat

Ragam motif Tasik-Garut


Berkembangnya Batik Jawa Barat mendapat pengaruh yang kuat dari penduduk yang datang dari Jawa Tengah. Ketika terjadi perang Diponegoro melawan Belanda, terjadilah pengungsian para penduduk ke wilayah barat sekitar tahun 1825. Sebagian pengungsi tersebut adalah para pembatik Banyumas yang kemudian memberi pengaruh pada batik Tasikmalaya, Indramayu dan Ciamis.

Tasikmalaya, Indramayu, Ciamis, Garut dan Cirebon bisa dibilang sebagai daerah pembatikan yang lama. Di Indramayu, misalnya, batik diperkirakan mulai tumbuh pada kisaran tahun 1527-1650 saat kerajaaan Islam Demak berkuasa dan banuak para perajin batik Lasem yang hijrah ke Indramayu. Sementara di Cirebon, batik sudah lama berkembang di wilayah Keraton. Daerah-daerah ini sampai saat ini masih konsisten menghasilkan batik, dan mungkin merupakan daerah yang lebih di kenal masyarakat dibanding daerah-daerah lain.

Sementara itu terdapat pula daerah-daerah yang tergolong baru dalam pengembangan batik. Berapa daerah tersebut menginisiasi motif-motif baru yang berasal dari ciri khas daerah masing-masing. Subang, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bekasi, dan Banjar adalah beberapa daerah yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan batik daerah. Batik-batik dari daerah tersebut pada umumnya muncul atas bantuan Dekranasda kabupaten/kota dan promosinya diintegrasikan dalam promosi wisata daerah.

Ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan:

Lantas seperti apa motif-motif batik Jawa Barat?

Batik-batik di Jawa Barat sangat beragam motifnya. Ada batik yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Cina, Arab, Islam dan Hindu. Ada batik yang motifnya terpengruh dari batik Solo dan Yogya seperti ragam motif kawung, rereng (lereng), dan sidomukti. Adapula batik yang menandakan flora, fauna, kesenian tradisional dari daerah masing-masing. Penamaan motif-motif batik Jawa Barat pada umumnya erat dengan penggunaan bahasa Sunda, misalnya motif “papatong pucuk teh”, “Kumeli“, “Hayam Pelung”, dll.

Bagaimana menemukan batik khas daerah-daerah penghasil batik yang baru?

Memang benar, saat ini daerah-daerah tersebut sedang dan terus melakukan promosi. Di era social media saat ini memang belum semua pengrajin batik go online, namun adapula yang sudah memiliki took online. Bisa ditelusuri dengan menuliskan batik dan nama kabupatennya di mesin pencari. Pada umumnya, pengrajin batik dari daerah pembatikan lama dan baru ini sering mengikuti pameran batik dan pameran kerajinan yang diselenggarakan pemerintah dan swasta.

Website ini menjadi salah satu upaya untuk menjembatani perajin dan calon pembeli batik dengan memberikan gambaran umum seperti apa batik-batik yang dihasilkan para perajin diberbagai daerah di Jawa Barat.

Salam Batik Jawa Barat.

Penulis: Suprayogi, Duta Batik Jawa Barat 2011.

Leave a Reply