Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/pleemcom/public_html/balareabatikjabar.org/wp-content/themes/balareabatik/framework/plugins/post-types-order/post-types-order.php on line 173 and defined in /home/pleemcom/public_html/balareabatikjabar.org/wp-includes/wp-db.php on line 1147

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/pleemcom/public_html/balareabatikjabar.org/wp-content/themes/balareabatik/framework/plugins/post-types-order/post-types-order.php on line 251 and defined in /home/pleemcom/public_html/balareabatikjabar.org/wp-includes/wp-db.php on line 1147

Ragam Batik Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor menurut sejarah bukanlah daerah pembatikan seperti Solo atau Pekalongan, namun kecintaan sekelompok warga Bogor terhadap batik akhirnya membuahkan sebuah khasanah wastra atau kain nusantara berupa batik yang mengangkat kearifan lokal daerah Bogor. Melihat adanya potensi Batik Bogor ini akhirnya Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) yang di ketuai oleh Ibu Sendy Yusuf melakukan kunjungan ke Batik Kabupaten Bogor dan Batik Kota Bogor pada tanggal 25 September 2012 lalu.

Di Kabupaten Bogor saat ini setidaknya sudah ada tiga industri batik yang secara konsisten memproduksi batik cap dan tulis khas Bogor. Salah satu industri batik yang YBJB kunjungi adalah Batik Tridaya Tradisi Indonesia, yang diprakarsai oleh tiga orang yakni keluarga Bapak Siswaya, Bapak Suwondo, dan Bapak Haji Darmin. Ibu Sendy Yusuf dalam sambutannya menyambut baik kehadiran Batik khas Bogor dan berpesan agar masyarakat bisa mencintai batik dan bangga memakainya. Jika anda berkunjung ke daerah Cibinong, singgahlah ke Jl Raya Cikaret Puri Nirwana 1 no.1 kav 1 Cibinong untuk melihat ragam batik Kabupaten Bogor. Ibu Mitha Suwondo selaku salah satu pendiri Batik Tridaya ini menekankan pentingnya edukasi batik salah satunya dengan cara membuka workshop batik. Hal ini ditujukan agar masyarakat memahami proses pembuatan kain batik dan akhirnya memahami mengaoa harga batik bisa mahal.

Dalam kesempatan tersebut, YBJB memberikan bantuan berupa kompor hemat energi dan buku saku batik Jawa Barat julid 1 dan 2 kepada pengusaha batik Bogor. Bantuan tersebut juga diberikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, mengingat di daerah ini sudah ada muatan lokal membatik untuk sekolah-sekolahnya.

Penyerahan cinderamata batik Bogor kepada ketua umum YBJB

 

Seprti apa motif-motifnya?

Dengan Dukungan Dekranasda dan Dinas Perindustrian, Batik Kabupaten Bogor menghadirkan lima motif unggulan yakni motif Leuit, Anggrek Bogor, Bunga Tereup, Tegar Beriman, dan Buah Manggis. Leuit merupakan lumbung padi khas masyarakat kampung Urug yang arsitekturnya masih dipertahankan sejak masa Kerajaan Siliwangi. Anggrek Bogor adalah tanaman yang anggrek cirri khas kota Bogor yang diberi nama oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Bunga Teureup juga menjadi bunga khas daerah ini. Tergar beriman diambil dari slogan Kabupaten Bogor yakni Tertib, Segar, Bersih, Indah, Aman dan Nyaman. Sedangkan buah manggis adalah komoditas unggulan daerah ini. Motif-motif ini telah dicatat oleh Ibu Ken Atik dan Duta Batik Jawa Barat 2011 sebagai referensi pembuatan buku saku batik Jawa Barat edisi ketiga.

Bunga tereup, Leuit dan Gunung Salak

Dengan adanya Kabupaten Bogor ini berarti menambah daftar kabupaten/kota yang sudah memiliki batik. Tinggal menunggu Karawang, Depok dan Purwakarta untuk memproduksi batik cap dan tulisnya. Ragam batik Kabupaten Bogor ini diharapkan semakin memperkaya khasanah Batik Jawa Barat agar semakin dikenal masyarakat Indonesia secara luas.

Duta Batik Jawa Barat dengan para perajin batik Kabupaten Bogor

Penulis: Suprayogi, Duta Batik Jawa Barat 2011

Leave a Reply